Minggu, 04 Juni 2017

Aktivitas Kita Bukan Mencari Penghargaan Tapi untuk Perubahan

Suluk Al-Banjart
AKTIVITAS kita bukan untuk mencari penghargaan, tapi untuk perubahan. Begitupun juga ramadhan, bukan supaya kita mendapatkan penghargaan menjadi hamba yang mutaqin, penghargaan menjadi hamba yang bertakwa, menjadi ahli surga. Sehingga rentetan piagam dan sertifikat penghargaan, dari sertifikat puasa, pin penghargaan puasa hebat, sertifikat tadarus terlama, tarawih terlama dengan jamaah terpanjang, kolak pisang termegah maupun piagam penghargaan saur bersama dengan pembacaan seratus ribu puisi yang diiringi beragam grup musik religi.

Apalagi sampai menjadi manusia yang paling beriman, sehingga harus bawa pentungan. Itu semua hanyalah baju yang tidak perlu kita perlihatkan, tetaplah memakai baju kita seperti biasanya. Akan tetapi di balik baju kita ada sesuatu yang lebih berharga dari nilai baju yang kita pakai. Nilai itu adalah perubahan dari diri kita, sehingga perubahan yang ada pada diri ini cahayanya menerobos pada lubang-lubang kecil sehingga sekitarnya turut merasakan cahaya.
 

Aktivitas kita di organisasi, kemasyarakatan, maupun komunitas juga begitu, jangan jadikan penghargaan menjadi tujuan yang utama. Penghargaan hanyalah bagian kecil dari percikan cahaya dari salah satu tujuan beraktifitas yakni perubahan. Di dalamnya kita nanti akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari hiasan penghargaan itu sendiri. Semua adalah proses supaya kita menemukan kebenaran, keindahan, dan kebermanfatan.
 

Janganlah kita menjadi manusia yang merugi. Siapa orang yang tidak merugi itu? Illal lazina amanu wa amilus salihati wa tawasau bil haqqi wa tawasau bis sabri. Yakni orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. Dan aktivitas kita perubahan itu sendiri.
 

"Maaf bukan kultum jelang berbuka puasa"
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: