Minggu, 09 April 2017

Ia di Gubuk Tenda



Haul Gus Dur di Gedung Rasa Dharma Semarang, 30 Desember 2016

IA DI GUBUK TENDA



pada jendela tua
ia mengiba
sang ibu memeluknya
tubuhnya kurus
tak terurus

di gubuk tenda
wajahnya muram
sang ayah membelainya
ada luka
nestapa

di rumah kata
yang ada hanya titik dan koma
dirinya terpasung kalimat duka
ayah dan ibu meneguhkan langkahnya

gedung-gedung itu
jalan-jalan melebar memanjang itu
pipa-pipa saling berhantaman itu
kabel yang saling mencakar itu
dan semua yang ada di tanah dan udara

semua menjadi saksi
bahwa ia
ia pembawa cahaya
dididik ayah dan ibunya
anak bumi pertiwi
menebar air mata dan cinta
ia adalah kita

air mata membasuh wajahnya
terhimpit bangunan cakrawala
terpasung barisan sampah ibu kota
terkungkung lingkar kuasa
ia membawa cahaya

dengan cahaya
ia membawa pesona cinta
ia bagi sama rata
ia tebar dari selatan ke utara
menuju timur barat daya
ke seluruh penjuru nusantara
ia bercahaya
ia adalah kita

Semarang, 22 Oktober 2016
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: