Sabtu, 01 April 2017

Esensi Menulis Adalah Penindasan dan Kegelisahan

On Air RRI tentang Budaya Jawa
KETIKA anda memutuskan untuk mencintai dunia tulis menulis, maka sesungguhnya anda harus siap untuk menerima bentuk-bentuk penindasan dari kecintaan itu. Ibarat ketika ada seorang laki-laki jatuh cinta kepada seorang wanita, maka ia bersedia menerima bentuk kegelisahan itu. Kegelisahan itu berupa; rasa rindu, cemburu, terbayang-bayang maupun kurang tidur karena selalu teringat kepadanya atau bahkan ingin memberikan hadiah yang terbaik untuknya.

Namun kegelisahan itu bukanlah beban yang akan menjadikan diri anda menerima rasa sakit, akan tetapi sebuah rancangan untuk bisa mengapai keinginan dari rasa gelisah itu. Jika anda rindu maka anda harus siap untuk berjumpa dengannya. Jika anda cemburu maka anda bersedia untuk menjadi lebih baik. Ketika anda selalu terbayang-bayang, maka bersegeralah mendekat kepadanya. Jika anda tidak melaksanakan bentuk kegelisahan itu, berarti cinta anda masih di pertanyakan. Sebab ketika anda menemukan cinta, bersiap-siaplah untuk berkorban untuknya.

Begitulah kiranya bentuk kegelisahan seorang penulis. Ketika ia telah menemukan cintanya, maka bersegeralah melaksanakan bentuk-bentuk kegelisahan tersebut. Sebagai penulis memiliki rasa rindu untuk membuat tulisan, jika ia tidak membuat tulisan maka batinnya akan tersiksa. Seorang penulis punya rasa cemburu, ia harus bisa menulis lebih baik dari tulisan sebelumnya. Penulis akan memberikan waktu kepada yang ia cintai, yakni memberikan waktu untuk membuat tulisan.

Sesungguhnya ketika seseorang telah menemukan esensi untuk menjadi penulis maka ia telah menemukan kegelisahan berupa kenikmatan. Karena bentuk kegelisahan akan memotivasi untuk lebih baik. Seperti seorang yang beribadah maka ia berusaha untuk bisa lebih baik dalam mencapai puncak kekhuskan dan meresapi nikmati ibadah.

Maka beruntunglah ketika ia telah menemukan cinta sebagai penulis, saatnyalah untuk untuk menjadi yang terbaik dan mampu meresapi dan mendalami untuk bisa mencapai puncak untuk tetap berkarya.

Sesungguhnya ketika kamu mencintai, maka kamu harus mentaati.” (HR. Bukhari)

Saatnyalah untuk mentaati keinginan anda untuk menjadi penulis, seorang penulis salah satu bentuk ketaatan tersebut adalah menelurkan karya berbentuk tulisan.
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: