Senin, 17 November 2014

Antologi Puisi Sastrawan Indonesia

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
PUISI LUKNI Maulana dalam buku yang berjudul, "Antologi Puisi Sastrawan Indonesia."
Jilid ke: 2
Tahun Terbit: 2014
Desain Sampul: Ibro Art
Editor: Abdurrachman Mappuji
Penerbit: Himpunan Masyarakat Gemar Membaca Indonesia




Padasan Retak di Kotaku

Dimana air sumber ilmu itu
Ku temui ia meluber lalu melukai keindahan
Akan aku cengkram andai tangan ini mampu
Akan kuletakan di kotaku
Menghias wajah suram yang luka
Agar ia bangkit
Terapung diatas sana

Namun sumber ilmu tetap terpasung
Sebab kecoak memberi kabar
Bahwa air padasan telah retak di kotaku
Anak muda penuh panorama desa
Memajang rasa malu ditelinga
Keluar tanpa beban derita

Inilah kebodohan yang belum kusadari
Aku hanya bermimpi atau sekedar harapan palsu
Lalu mati
Aku hanya bertutur kepadanya
sahabat, air hujan memberi keberkahan
tapi hanya sedikit yang kita nikmati

Semarang, 31/07/2014


Operasi Kemewahan

Gedung megah bertingkat menjadikan saudarku begitu mewah
Di pabrik bergelimang buruh outsourcing
Aku ingin jadi karyawan tetap, katanya
dan kemerdekaan ingin ia miliki
akan tetapi kedaulatan tidak juga didapati

lalu untuk apa tanaman berdiri menantang
pohon pisang, kelapa, buah mangga, padi melambai
barangkali supaya gedung pabrik tetap berdiri

begitu elok embun pagi
mentari menyapa
ia tidak ada
masih ada esok hari

Semarang, 31/07/2014
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: