Senin, 27 Januari 2014

Puisi Menolak Korupsi di Purwokerto dan Air Mata Kemanusiaan

SEHARI sebelum Acara Road Show Puisi Menolak Korupsi mendapatkan kabar bahwa Shinta ArDjahrie meninggal duniat di Larangan Brebes saat hendak mengirim obat-obatan dan bantuan untuk Korban Banjir di Subang.

Sontak diriku kaget oleh kabar itu, dia adalah sahabatku yang rencananya akan Duet denganku membaca Puisi Menolak Korupsi di Purwokerto. Segala persiapan sudah aku aku kemasi dengan baik. Namun teriringi keberangkatanku yang menumpang Pak Wardjito Soeharso, persiapan itu tidaklah yang paling utama. Yang aku bawa hanya namamu bahwa kita tetap akan duet meski duet diatara kasih Tuhan.

Aku cuplikan dari akun twitermu, "Suruh milih brngkt ke lokasi banjir atau ikut acra baca puisi?! Doanya semoga dapet acara dua2nya. Aamiin."

Sungguh luar biasa dirimu sahabat engkau meninggal dengan khusnul khotomah menjadi RELAWAN KEMANUSIAAN.

Diacara Road Show PMK pada tanggal 25-26 Januari 2014 ini yang bertempat di Gedung LPPM Unsoed Purwokerto, akunpun tidak jadi baca puisi. Aku hanya memberikan sedikit ucapan:

- Akupun TIDAK BACA PUISI sahabat - Engkau meninggalkan dunia ini dengan bentuk PENGABDIAN
Aku hanya bilang: Hidup ini ada 3 hal yang aku suka; 1. PENGABDIAN, 2. PENELTIAN/PEMIKIRAN dan 3. PERGERAKAN.

"BENCANA yang paling berbahaya BUKAN BENCANA ALAM maupun BENCANA KORUPSI, tapi BENCANA yang paling BERBAHAYA adalah ketika orang-orang BAIK hanya BERDIAM DIRI"

Terima kasih untuk Pak Bambang Wadoro yang memimpin Doa untuk Shinta, sehingga acara sempat terhenti sebentar untuk mengheningkan cipta dan doa. Semoga Allah memberikan tempat terindah untukmu sahabatku Shinta, dibelakang aku sempat beberapa titik air mata membasahi.

Salam Hangat Doa Kuat
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: