Sabtu, 04 Januari 2014

Kelahiran Manusia Ahli Manipulasi

Kelahiran Manusia Ahli Manipulasi

SETIAP bangsa berkeinginan mewujudkan cita-cita untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu wujudnya yakni melakukan proses modernisasi diberbagai lini kehidupan, termasuk bidang teknologi dan pengetahuan. Namun ternyata modernisasi yang diterapkan membawa dampak yang kurang baik, terutama dibidang akhlak.

“Iya Kiai. Sehingga sering terjadi penipuan yang dilakukan sekelompok orang mulai dari strata bawah sampai tingkat atas. Korupsi dan manipulasi menghiasi media-media. Bahkan tingkat kekerasan mewarnai bangsa ini sebagai bangsa yang beradab,” tutur Santri Cungkring

Sungguh manusia menyadari akan pentingnya aspek esoteris (batin) disamping aspek eksoteris (lahir). Namun saat ini kita berada pada sikap esoteris tertinggal dibelakang dari aspek eksoteris. Berakibat pada orientai manusia yang berujung pada sifat materialistis, individualitis dan keringnya spiritualitas. Akhirnya menjadi iklim yang makin kompetitif yang melahirkan manusia yang kejam dan tidak berperikemanuisaan.

“Seperti apa yang dikatakan Thomas Hobbes Kiai, Lupus Bellum Omnium Contra Omnes (Manusia menjadi srigala untuk manusia lainnya, berperang antara satu dengan lainnya,”

Keadaan ini tentunya mempersoal akhlak manusia dalam mengarungi kehidupan yang makin kompleks. Maka saatnya kita kembali melirik pribadi Rasulullah terutama soal akhlak, “dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS. Al-Qalam: 4).

Kiai Cilik mengambil kitab maulid Al-Barjanzi Natsr yang disusun oleh Ja’far bin Hasan bin Abd al-Karim, lalu diberikan Santri Cungkring untuk dibacakan. Sebuat kitab sastra yang memuat kehidupan Nabi Muhammad Saw tentang kelahiran, perjuangan dan akhlaknya yang mulia.

* * *

Asyaj Abdul Qais berkata, "Rasulullah Saw bersabda.

إن فيك لخلقين يحبهما الله قلت وما هما يا رسول الله قال الحلم والحياء قلت قديما كان أو حديثا قال قديما قلت الحمد لله الذي جبلني على خلقين أحبهما الله

“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua akhlak yang dicintai Allah.” Saya berkata, “Apa kedua akhlak itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Murah hati dan rasa malu.”
Saya berkata, "Sudah sejak lama atau baru?" Rasulullah menjawab, "Sudah sejak lama"
Saya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah mengokohkan saya dengan dua akhlak yang dicintai-Nya."

HR. Bukhari. Shahih, di dalam kitab Azh-Zhilal (1/84/190)


Komunitas Cahaya – 03/01/14
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: