Kamis, 30 Januari 2014

Hidup adalah Pengabdian

SAAT jalan-jalan di Mall berbagai macam pandangan ekonomi akan nampak sekali oleh sebab tujuan dan harapannya begitu. Kiai Cilik bersama Santri Cungkring menikmatinya, meski hanya jalan-jalan dan sekedar membeli minuman.

“Hidup itu pengabdian. Memiliki arti bahwa kita dituntut untuk berjuang dan berkorban semata-mata untuk mendapatkan ridho-Nya,” tutur Kiai Cilik

* * *

Dari Abu Dzar:
Menurut satu riwayat darinya, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah /226), “Amal apa yang paling baik?”. Menurut riwayat lain, “Amal apa yang paling utama?”). Nabi menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad (berjuang) di jalan-Nya." Dikatakan, (menurut riwayat lain, Rasulullah menjawab) “Lalu (memerdekakan) budak yang bagaimana yang paling utama?" Nabi menjawab, “Yang paling mahal harganya dan yang paling bagus menurut pemiliknya."

Abu Dzarr berkata, "Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu (melakukan) sebagian pekerjaan?.”

Nabi menjawab, “Maka engkau membantu orang yang bekerja atau mengerjakan (sesuatu) untuk kamu jual.”

Abu Dzar berkata, "Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu,"
Nabi menjawab, "Tinggalkan manusia dari kejahatan, karena itu adalah sedekah yang engkau sedekahkan kepada dirimu.

(HR. Bukhari. Shahih di dalam kitab Ash-Shahihah (575). (Bukhari, 49-Kitab Al Itqu, 2- Bab Ayyur-Riqabi Afdhalu? Muslim : 1-Kitab Al Iman, 34-Bab Kaunul lmani Billahi Afdhalul A'mal, hadits 136).

Komunitas Cahaya – 30/01/14
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: