Kamis, 09 Januari 2014

Anarkisme Ilmu Pengetahuan

Anarkisme Ilmu Pengetahuan



SALAH satu kemajuan abad modern adalah buah pemikiran ilmu pengetahuan. Namun pada hakikatnya upaya manusia memperoleh pengetahuan didasarkan pada tiga aspek masalah pokok
yakni; Apakah yang ingin kita ketahui? Bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan? dan Apakah nilai pengetahuan tersebut bagi kita?, ungkap Santri Cungkring lagi belajar filsafat untuk mencari kebenaran.

Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan inilah memicu positivisme ilmu, sehingga acapkali sebagai sumber kebenaran tunggal. Begitupun sebaliknya mereka yang berpaling muka dari ilmu, dan sesungguhnya ilmu telah membentuk peradaban manusia, ini disebabkan mereka kurang mengenal hakikat ilmu. Inilah dua kutup yang berbeda.

“Ilmu mengajarkan bersikap bijak. Bijak menyadari ilmu memberikan gambaran konseptual tentang hakikat kebenaran, tapi kebenaran ilmu bukanlah satu-satunya sumber kebenaran,” Kiai Cilik menemani Santri Cungkring sambil seruput kopi manis. Lalu Santri Cungkring menunjuk kitab suci dan mendengarkan Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhr.

“yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al kitab dengan membawa kebenaran.” (QS. Al-Baqarah/2: 176)



* * *
   
“Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?. Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.” (QS. Al-Kahfi/18: 66-67)

Komunitas Cahaya – 09/01/14
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: