Senin, 11 November 2013

Pemimpin Itu Ngemong



SAAT INI apakah kita menyadari tentang diri ini yang sesungguhnya kita itu pemimpin. Maka selesaikan persoalan dirimu, urusan kepemimpinan kita mengenai diri kita sendiri; dari persolan ekonomi sehingga diharapkan kita tidak korupsi, memimpin keluarga sehingga kita mampu mengatasi konflik maupun memimpin diri untuk bisa bergaul dengan orang lain sehingga tidak mudah emosi dan anarki. Sehingga ketika kita mampu menjadi pemimpin diri sendiri, layaknya ia bisa melanjutkan menjadi pemimpin-pemimpin yang lain.

Pemimpin itu layaknya bangunan rumah tangga, suami itu pemimpin yang memiliki peran untuk mengatur tatanan rumah tangga sedangkan istri itu menteri atau lembaga-lembaga pemerintah yang berperan untuk mendidik generasi penerus dan mengatur kebutuhan rumah tangga dan anak-anak adalah rakyat yang membutuhkan perhatian dari sang ibu.

Maka pemimpin itu harus mampu memiliki sikap “ngemong” atau mendidik, memelihara, dan menjaga. Dan sikap ngemong tersebut harus dimilki juga oleh para pendamping pemimpin baik yang berada ditingkatan kementerian maupun lembaga pemerintahan.

Ingatkah engkau tentang ajaran Sunan Kalijaga dalam tembang berjudul Lir-Ilir. Dalam salah satu baitnya berbunyi, “Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi” (Anak-anak penggembala panjatkan blimbing itu). Mengapa harus Cah Angon?, “al-Imaamu ro’in” (imam adalan pemimpin atau pengembala). Oleh sebab cah angon adalah penggembala orang yang ngemong, pengembala itu memiliki sikap mendidik, memilihara dan memerawat hewan yang pastinya tidak berakal. Jika ia mampu mengendalikannya dialah Cah Angon, jika Cah Angon memimpin manusia yang berakal diharapkan dapat diatur sesuai ketentuan, dibandingkan dengan hewan yang tidak berakal.

Mengapa yang dipanjat harus buah Blimbing?, Blimbing itu bergigir 5 (lima) yang berarti rukun Islam. Pemimpin harus mempu memegang teguh prinsip rukun Islam dan Blimbing muda berwarna hijau menandakan kesuburan dan kemakmuran, ketika semakin dewasa warna akan berubah kuning mengisyaratkan umat Islam untuk selalu menjadi lebih baik dan matang yang siap untuk disajikan dan dapat dinikmati. Bermanfaat untuk orang lain buah segar yang mengeluarkan manisnya air saripati blimbing yang berarti sumber kehidupan.

Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya.” (HR. Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dari Ibnu Umar)
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: