Sabtu, 19 Oktober 2013

Ketika Penyair Perempuan Menolak Korupsi

NASYA ingin ikut ayahnya berpetualang menjajaki kota-kota bersama para penyair. Namun karena masih kecil, ia harus di rumah. Ia merengek namun pada akhirnya ia mampu bertahan untuk tidak ikut.

Aku melanjutkan perjalanan naik angkot menuju Milo, karena ingin berangakat bersama-sama rombongan Bu Sulis Bambang untuk turut serta andil dalam kegiatan Road show Puisi Menolak Korupsi Jilid VII. Dengan mengusung branding Perempuan Penyair Menolak Korupsi.

Hujan deras, angin kencang dan padamnya lampu-lampu jalanan membuat perjalanan seakan penuh tantangan. Iring-iringan air dan bahkan membanjiri kota Solo.

Di acara alhamdulillah turut serta mendeklamasikan puisi di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta. (17/10/13).
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: