Senin, 30 September 2013

Puisi Cinta Untuk Gus Dur, Dari Dam Sengon Ke Jembatan Panengel

WAKTU menunjukan pukul setengah lima sore, akupun siap-siap berangkat untuk menghadiri undangan dari Dewan Kesenian Kudus dalam acara launching buku antologi puisi yang berjudul, "Puisi Buat Gus Dur, Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel."

Hampir jam lima sore tepat, beberapa ratus meter aku berhenti di apotek membeli premen tolak angin. Ya...buat ngemil alias ngemut permen suapya tidak masuk angin. Dimana kondisiku waktu itu dalam keadaan tidak enak badan, pilek, dan batuk berdahak. Eman-eman kalau tidak menjaga badan, apa lagi perjalanan agak jauh.

Alhamdulillah sampai disana dan acarapun dimulai. Aku mendapatkan No urut 6 untuk membacakan puisi dalam antologi puisi tersebut. Akupun membacakan 1 puisi cinta untuk Gus Dur. Dimana acara tersebut juga dihadiri oleh putri Gus Dur yakni Inayah Wahid.

Di dalam antologi puisi tersebut ada 3 tulisanku. Sehabis acara aku tidak langsung pulang, dimana kekuatan tubuh ini tidak mampu menahan derasnya angin malam. Akupun ikut Mas Leak Sosiawan Leak dan Pak Saiful Hajar menginap di hotel Proliman Kudus. Dan syukur dapat menjaga kondisi badan yang rentan dengan pertarungan, seperti Gus Dur yang membukakan jalan baru bagi orang-orang yang paham akan tujuan.
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: