Senin, 10 Juni 2013

Puisi Tak Ada Nomor di Senandung Sastra Semarang

Depan: Fransiska Ambar Kristiyani, Maya Ofifa Kristiani, Vosa Dian Purwanti, Cinta Logika, dan Najwa Hanif Hima. Tengah: Sulis Bambang, Budhe Sus dan Djawahir Muhammad. Belakang: Lukni Maulana, Martin Marthawienata, Edi S Febri, Didiek Soepardi, Neny Isharyanti dan Pia Cipta
KOPI Darat bersama Keluarga Besar, "Senandung Sastra" di kediaman Bunda Sulis Bambang. Kemungkinan besar saya yang paling muda diantara mereka di keluargga besar Senandung Sastra. Setiap anggota membacakan puisi, begitupun saya ikut membacakan satu puisi.

Inilah puisi yang aku bacakan:
Tak Ada Nomor

Ku kenal beragam gambar
Pakai blangkon
Pakai peci
Berkalung sorban
Politisi makan gombal

Geleng sana geleng sini
Putar sana sini
Teriak-teriak auman sapi

Perah susu sapi kau buat mandi
Daging sapi kau sambut birahi
Kau tinggalkan tulang
Ini bagian untuk negeri

Kehilangan bentuk sapi
Malahan mirip tai
Ya...ini tai
Makanan siap saji
Tuk anak tiri di negeri sendiri
(09/06/13 (12.10 Wib)


Puisi yang dibuat dadakan ditempat itu pula, untuk dihadiahkan kepada keluarga besar Senandung Sastra dan khusus untuk Saudari Neny Isharyanti yang akan Studi di negeri Australia.
Bertemakan Sapi, yang saat ini menjadi polemik korupsi anggaran korupsi sapi dan juga Australia merupakan negara yang memasok kebutuhan daging sapi di negeri ini.
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: