Jumat, 07 Juni 2013

Ingin Menikah



SEORANG laki-laki kurus lulusan salah satu kampus negeri di Semarang berkeinginan untuk menikah. Namun ia barusan lulus, belum memiliki pekerjaan tetap alias penganguran berijasah. Ia pun pergi ke rumah gurunya. Lalu ia ceritakan keinginannya, ia ingin menikah dalam kondisi penganguran. Ia berharap gurunya bisa memberikan siraman yang bisa menyejukan jiwanya.

“Guru, aku ingin menikah dalam kondisi jadi penganguran,” kesedihan nampak padanya.

“Subhanallah!” jawab Pak Muh.

“Tapi belum ada seorang wanita yang siap untuk di nikahi,” kata pemuda itu.

“Alhamdulillah!” jawab Pak Muh.

“Tolong berikan aku amalan. Agar ada seorang wanita bisa aku nikahi dalam kondisiku yang masih penganguran,” pinta pemuda itu.

“Allahu akbar!” jawab Pak Muh.

Pak Muh memeluknya lalu berkata, “Allah akan memberikan jalan bagi mereka yang berusaha”. Lalu Pak Muh membacakan surat An-Nuur ayat 32, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Semarang, 12/09/12
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: