Minggu, 07 April 2013

Demo Anti-Israel, Mahasiswa Bakar Diri

SEMARANG TENGAH- Aksi menentang agresi militer Israel ke Palestina diwarnai dengan aksi bakar diri. Aksi teaterikal nekat itu diadakan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang di depan Tugu Muda, Senin (5/1).

Sekitar 50 mahasiswa menenteng bendera Palestina dan sejumlah poster kecaman terhadap Israel berdiri melingkari lima mahasiswa yang melakukan teaterikal. Mereka mengambarkan kekejaman Israel membuat rakyat Palestina yang tidak berdosa menderita.

Teaterikal diakhiri dengan aksi nekat membakar koran bekas yang ditumpukkan di atas tubuh Lutfi Maulana, mahasiswa yang memerankan rakyat Palestina yang menderita. Api melumat habis koran-koran bekas tersebut. Aksi itu akhirnya dihentikan oleh rekan-rekannya dengan menarik Lutfi dari kobaran api yang membakar koran-koran di atas tubuhnya, sehingga api tidak sempat melukainya. 

“Aksi ini sebagai bentuk sikap kami mengecam keras Israel atas serangannya ke Palestina. Dengan aksi ini saya harapkan seluruh dunia akan membuka mata untuk kemudian tergerak mengecam agresi militer Israel,” kata mereka.
Setelah aksi teaterikal, sejumlah mahasiswa melakukan penggalangan dana untuk rakyat Palestina korban perang di seputar kawasan Tugumuda, Jl Pandanaran, dan Jl Mgr Sugiyopranoto.

Akan Disalurkan

Koordinator aksi Agus Thohir mengatakan, penggalangan dana akan disalurkan kepada rakyat Palestina yang membutuhkan. 

Sebelumnya, aksi menentang agresi militer Israel ke Palestina juga digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo di depan air mancur Jl Pahlawan. Namun, aksi itu dibubarkan polisi. Mereka dinilai melanggar, karena tidak memberitahu dan tidak mengantongi izin.

Pendemo menuntut resolusi Dewan Keamanan PBB, gencatan senjata, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kapolsek Lamper AKP Suratmin mengatakan, pihaknya meminta supaya aksi unjuk rasa dibubarkan, karena mereka melanggar hukum, yakni tidak memiliki izin. ’’Saya minta dibubarkan, karena mereka izin di Barat,’’ ujarnya.

Taufiq, salah seorang pendemo mengatakan, aksi dimulai dari Kampus III IAIN Walisongo. Setelah berorasi mereka bergerak menuju Simpanglima. Dengan mengendarai sepeda motor, sembari membawa spanduk, poster, dan bendera, mereka menuju ke Masjid Baiturrahman. Para pedemo melanjutkan aksi dengan longmarch menunju bundaraan air mancur Jl Pahlawan. Sebagai bentuk penentangan terhadap agresi militer Israel, mereka membakar bendera negara itu.

Yayan, juru bicara PMII Komisariat IAIN Walisongo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin ke Polsek Ngaliyan. ’’Di Jl Pahlawan kami menggelar orasi, membakar bendera, dan shalat ghoib. Kami dibubarkan ketika hendak membakar ban.’’ (H55,H3-37)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/01/06/46040/Demo-Anti-Israel-Mahasiswa-Bakar-Diri
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: