Minggu, 31 Maret 2013

Aku Cinta Dia

HATI siapa yang tidak ingin jatuh cinta kepada sesama, sebab kita di karuniai rasa suka kepada orang lain. Rasa ketertarikan tersebut menimbulkan beragam ekspresi. Ketika bertemu dengan pujaan hati jatung berdebar kencang, grogi dalam berbicara atau bahkan menghindar.

Ahmad mengalami hal tersebut, ia lagi di mabuk cinta dengan gadis bunga desa. Sekian lama ia berusaha untuk mendapatkaanya, akhirnya ia memiliki gadis bunga desa tersebut. Perasaannya begitu gembira dan bahagia. Di setiap waktu selalu selalu yang terfikir hanya pujaan hatinya.

Selang berapa waktu perjalanan cintanya, ia berkeinginan untuk menikahi gadis tersebut. Syukur Alhamdulillah gadis bunga tersebut menerima Ahmad untuk meminangnya. Akan tetapi Ahmad diberi satu syarat. Karena keinginannya yang mengebu, ia tanyakan syarat itu. Syarat tersebut, ia harus sudah bekerja dan mandiri secara financial.

Sedangkan penghasilan Ahmad hanya pas untuk kehidupan sehari-harinya, sebab ia memiliki beban tanggungan adik-adiknya. Karena kebingungan tersebut, ia selangkan waktu untuk berkonsultasi kepada Pak Muh.

“Hanya ada tiga jawaban. Putus, Cari pacar cadangan dan mempertahankannya.” Kata Pak Muh

Ahmad semakin kebingungan atas jawaban tersebut, ia di hadapkan pilihan. Sedangkan ia sangat mencintainya. Tentu saja Ahmad memilih untuk mempertahankannya. Lalu Pak Muh memberikan keterangan atas jawaban Ahmad.

“Cinta itu seperti kayu yang dipahat. Pemahat hanya memiliki sketsa gambar atas kayu tersebut, sehingga kayu terbentuk menjadi suatu barang yang bernilai”.

Ahmad mendapatkan beberapa pencerahan, dalam hatinya ia memikirkan tentang rasa cinta. Jika aku mempertahankan cinta itu, maka aku telah menjadi orang lain dan cinta itu sesuatu yang nampak baik berupa, kerja, mandiri, harta dll. Sedangkan Pak Muh menerangkan cinta itu bukan kayu tapi hasil dari kayu itu.

Sungguh cinta sejati oleh sebab cinta-Nya, dalam sebuah proses berkelanjutan seperti kayu yang ingin kita bentuk menjadi barang bernilai. Maka jalani cinta antar sesama dengan tidak melihat sesuatu yang nampak.

Dua orang saling mencintai (karena Allah) maka yang paling baik di antara keduanya adalah yang paling kuat cintanya kepada temannya”. (HR. Bukhari)

Semarang, 23/09/12
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: