Kamis, 18 November 2010

QURBAN VS KORBAN

Idul adha merupakan sebuah kemenangan besar bagi umat Islam karena didalamnya mengisyaratkan konsepsi keimanan atau spiritualitas transendental yang kiranya sulit diterima oleh akal pikiran semata. Kegelisahan Ibrahim mencari Tuhan dari melihat matahari, bulan, padang pasir, sungai hingga menghancurkan berhala dan ditinggalkannya berhala yang paling besar dan perkasa. Itupun berhala yang dibuat oleh orang tuanya sendiri.

Hingga ia menemukan puncak pencarian tuhan dengan menemukan tuhan yang esa yakni Allah dan agama tauhid yang rahmatal lil alamin.
Setelah menemukan Tuhannya ia juga ingin menemukan belahan jiwa, pada akhirnya ia menemukan pasangan hidupnya. Lama tidak dikarunia keturunan, pada waktu yang ditunggu datanglah moment kelahiran.
Ismail itulah nama anak yang kemudian memiliki garis keturunan nabi Ibrahim yang menginginkan doanya dalam keturunanya dijadikan pewaris para nabi.

Namun beranjak dewasa, keyakinan dalam bertuhan tidak serta-merta sampai disitu saja. Ia harus melepas Ismail untuk dipersembahkan kepada Alla. Ibrahim mengiklaskan anak semata wayangnya dikorbankan. Karena sebuah keikhlasan kekuatan spiritualitas transenden, Ismail diganti dengan kambing atau domba.
Inilah kemenangan sang PENCARI TUHAN, ia harus ikhlas dan menerima segala bentuk intervensi.

Maka inilah bentuk pengorbanan umat terbaik yang mana keimanan kepada Tuhan bukan serta merta hanya beribadah. Namun rasa perjuangan dan pengorbanan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur.

Sungguh sangat ironi sekali diera sekarang ini, banyak korban bencana baik bencana banjir, banjir bandang, tsunami, gunung meletus hingga lumpur lapindo. Apakah ini bentuk pengorbanan atau mereka menjadi korban atas kekejian siapa. Semua ada jawabanya, bahwa sesungguhnya semua kerusakan dimuka bumi ini karena ulah tangan manusia sendiri.

Qurban adalah bentuk pengorbanan
Qurban adalah keihlasan menerima segala bentuk intervensi
Qurban adalah kerelaan untuk terus menjadi yang terbaik
Qurban adalah harkat manusia untuk mencapai punjak transendensi
Qurban adalah kemenangan Islam rahmatalil alamin. (lukni)
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: