Kamis, 04 Juni 2009

Memberdaykan Ekonomi Mikro Sentra Tanah Liat

Suara Merdeka - Rubrik BlogPrint

KENDAL - Masyarakat Indonesia banyak mengantungkan hidupnya dikawasan pertanian atau agraria. Pada sisi lain ada potensi disekitar kawasan pertanian yaitu sentra industri tanah liat, yang sangat potensial untuk dikembangkan, diataranya yaitu pembuatan bata merah, genteng dan gerabah. Namun banyak pokok permasalahan yang dialami disentra industri tersebut diantaranya yaitu ketersedian sumber daya manusia, alat yang masih tradisonal dan aspek profesionalitas industri terkait dengan pola manajemen dan marketing.

Jika saja pemerintah dan para investor melirik industri tersebut tentu saja akan menjadi menarik. Sebab potensi tersebut sangat menjanjikan guna menopang ekonomi mikro lebih bermartabat. Sebab ekonomi mikro merupakan salah satu faktor yang dapat mengankat laju ekonomi nasional.

Maka dari itu baik pemerintah dan para investor dapat langsung terjun ke sentra industri tersebut, guna untuk memastikan potensi yang menjanjikan. Hal in terkait dengan aspek pengembangan industri kecil untuk tetap eksis seiring dengan industi persaingan ekonomi global.


Kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, sebagai upaya untuk menindak lanjuti perkembagnan ekonomi menuju persaingan global. Andai saja potensi tersebut dapat dimaksimalkan, tak pelak di desa industri sentra tanah liat akan mendapati masyarakat yang makmur dan membuka akses lapangan pekerjaan. 


(Desa Tamangede Kecamatan Gemuhl Kabupaten Kendal)
Previous Post
Next Post
Related Posts

2 komentar:

  1. pemikiran yang menarik.
    secara teori, ekonomi makro memang agregat dari ekonomi mikro, sehingga bila ekonomi mikro suatu negara kuat, maka akan kuat pula ekonomi makronya. tapi diatas segalanya, sekarang tinggal tergantung kebijakan pemimpin kelak, akan menggunakan sistem ekonomi yang mana..

    btw, pengusung ekonomi kerakyatan kah mas nya? (=

    BalasHapus
  2. Kenangan waktu KKN di kendal, membuat proposal untuk peningkatan serapan kekuatan ekonomi mikro berbasis keunikan lokal.

    BalasHapus