Sabtu, 08 November 2008

Jalan Spiritual Underground

Siapa diriku (Aku, Binatang dan Tumbuhan)


Kita sering bertanya siapa diriku dan hendak kemana kaki ini melangkah serta untuk apa turun ke dunia yang penuh lika-liku ini. Terlihat binatang begitu bahagianya, apakah dia telah menemukan siapa dirinya hingga ia menikmati hidup ini dengan perasaan yang mengembirakan. Sendau-gurau bersama binatang yang lain menikmati makan yang di karuniakan oleh Tuhannya

Sungguh hebatnya binatang itu tercipta tanpa ia merasa menyesal, ketika ia di jadikan santapan oleh manusia. Bahkan menemani manusia di rumah-rumah, padahal ia terkurung di sangkar tidak bisa lepas bebas menerbangkan sayapnya. Namun ia tetap merasakan kenikmatan, makan dan minum tanpa ada rasa penyesalan bahwa dirinya telah dikurung dan bahkan di manfaatkan dan diperjualbelikan.

Begitu hebatnya engkau wahai binatang, tapi mengapa manusia kehilangan jati dirinya. Padahal ia bebas melakukan apapun akan tetapi ia tidak mampu mengambil makna seperti engkau mendapatkan kebahagiaan. Manusia di zaman ini telah kehilangan makna hidupnya, penyakit-penyakit peradaban telah menghantuinya.

Ia telah kehilangan Tuhannya mengakibatkan dirinya terdapat gejolak batin penyakit stress, depresi hingga bunuh diri. Wahai binatang ajarkanlah manusia tentang hidupmu. Engkau merasakan dengan kepuasan sedangkan manusia hanya bisa mengeluh dengan kepuasannya. Sadarkah engkau wahai manusia bahwa dirimu masih terkungkung nafsu materi. Saatnyalah wahai engkau manusia kembalilah kepada Allah yang maha esa.

Tumbuhan mendayau-dayu berdzikir merdu. Angin-angin menghempas dedaunan berikan sejuta pesona. Mentari berikan cahayanya untuk berfotosintesis. Engkau terhebat dirimu bermanfaat untuk manusia menutupi manusia dari panas terik mentari. Di manfaatkan untuk keperluan manusia. Memberikan kesejukan di setiap rumah-rumah. Rumput-rumputmu terinjak oleh manusia untuk menghindari ia dari kotoran. Kayumu di pergunakan untuk hal yang bermanfaat. Dari pembuatan rumah, jembatan dan bahkan tempat ibadah.

Namun dirimu tetap enjoy dan merasakan kebahagiaan walau engkau sering di curi oleh manusia yang tidak memiliki jiwa kemanusiaan. Engkau di hina bahkan di maki jika engkau tidak memberikan rizki. Akan tetapi dirimu sungguh mulia.

Manusia hanya bisa memanfaatkanmu untuk keperluan hidup. Tetapi manusia semakin sombong tanpa tahu makna dari penciptaan dirmu. Manusia semakin iri dan dengki ketika engkau tidak dapat memberikan kepuasan. Kini manusia semakin hilang darimu, apakah manusia tidak menyadari bahwa disetiap kehadiranmu ada beribu nasehat dan hikmah.

Manusia semakin menjauh dari Tuhannya, padahal engkau bermunajat untuk Tuhanmu. Manusia telah lari dari penciptanya, tidak seperti engkau tetap semangat menghadapi lalu lalang waktu. Namun waktu telah meneggelamkan manusia pada kekuasaan mereka saling berebut kursi jabatan dan memenuhi nafsunya dengan hal yang di larang Allahnya. Saatnyalah wahai engkau manusia kembalilah kepada Tuhanmu yang maha pengasih dan penyayang.

Wahai manusia kalian akan terkagum-kagum bahkan matamu tidak akan sempat untuk berkedip. Binatang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan berbagai cara. Lihatlah cicak yang menempel di dinding menunggu makanan yang hinggap dimulutnya, ia tidak merasa mengeluh dan tetap menunggu dengan sabar menanti datangnya rizeki. Ketiga ikan bergerombol bersenandung merdu menikmati hidup yang tercipta memenuhi kebubutuhanmu, malahan engkau paksa takuti dengan pukat harimau, bahkan engkau menghilangkan air yang menjadi modal hidupnya.

Wahai manusia kalian akan melihat burung onta menjadi pelari tercepat di dunia bahkan mengalahi kecepatan larimu cobalah berfikir sejenak. Burung merak yang menawan dengan bulu-bulu lembutnya dan ketika kalian bertemu mereka, kalian akan mengenal mereka dengan lebih baik, tetapi dirimu mengaku memiliki segalanya dan terjebak pada kebodohanmu. Sementara itu ingatlah wahai manusia bahwa ini hanyalah sebagian kecil dari jumlah binatang-binatang yang ada di dunia.

Wahai manusia ketika engkau melihat keindahan dan kecantikan binatang dan tumbuhan, ketahuilah bahwa Allah sang maha pencipta semua mahluk yang ada di alam semesta ini, supaya agar engkau berfikir tentang kemurahan dan kekuasaan-Nya yang tidak ada batasnya.

Ketahuilah wahai manusia dari penciptaan itu supaya engkau beriman menuju jalan yang benar bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu hanya untuk kepentinganmu. Supaya bermanfat memenuhi kebutuhan hidupmu di dunia. Bersyukurlah segera atas karunia-Nya yang di berikan kepadamu. Allah hanya ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik, melihat keindahan mahluk lain. Maka cintailah Allah sesungguhnya Allah mencntai engkau sebab segala kemurahanya hanya tercurahkan untukmu. Berterima kasilah kepada-Nya karena Allah telah menciptakan mahluk berupa tumbuhan dan hewan yang begitu mempesona dan indah di pandang.

Wahai manusia dari penciptaan alam semesta, binatang dan tumbuhan, siang dan malam, matahari dan bulan serta segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Memiliki makna dan membawa satu tujuan. Mengajak kita untuk dapat melihat keindahan ciptaan Allah yang maha aziz.

Tujuannya semata-mata hanyalah membuat kita menjadi manusia yang paling bahagia. Sepatutunya kita mangatakan “sungguh hebatnya dan sungguh mulyanya Allah menciptakan segala sesuatu untukku”.
Marilah wahai manusia mulai detik ini kita merenungkan segala ciptaan Allah dengan sesungguhnya berfikir dan membaca pesona alam semesta baik binatang maupun tumbuhan.

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah hanya untuk kepentingan manusia
Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah tentu memiliki makna dan tujuan



Renungkan dan Pikirkan



“Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam”. (Q.S. Thahaa ayat 53).

“Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah Haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui”. (Q.S. Al Qashash ayat 57).
Apakah anda mengira bahwa, penciptaan tumbuhan itu tidak ada gunanya bahkan engkau meremehkanya?. Apakah anda mengira turunya hujan hanya menjadi mala petaka bagimu?. Apakah anda mengira Allah tidak sayang kepadamu?. Apakah anda mengira bahwa di ciptakannya tumbuhan hanya membuat dirimu sengsara?.
Maka sadarlah betapa hinanya diri kita mana kala asyik mengosip, tidur pulas dan jalan-jalan ke mall dan di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dari diri kita. Pernahkah anda memikirkan datangnya air hujan yang membasahi bumimu dan di ciptakan tumbuhan untuk kepentinganmu?. Pernahkah engkau menyadari buah-buahan yang engkau makan adalah rizeki dari Allah, sedangkan engkau menikmatinya dengan lahap, sementara banyak orang kekurangan dan bahkan kelaparan sebab belum pernah merasakan buah mewah yang engkau makan?.

Maka pikirkanlah, betapa hebatnya Allah menciptakan tumbuhan, yang dengannya Allah menhamparkan rizekinya untukmu. Renungkanlah turunya hujan dan menjadikan tumbuhan bermacam-macam, coba bila saja hujan lebat menjadi mala petaka bagimu tentu engkau akan berfikir ini adalah murka Allah, akan tetapi ketika hujan menjadi rahmat engkau tidak memikirkannya.

“Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera”. (Q.S. Al Mu’min ayat 80).

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (Q.S. Al Maa’idah ayat 96).


“Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini”. (Q.S. Al Jaatsiyah ayat 4).

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya”. (Q.S. Al An’aam ayat 118).
Coba pikirkan apa gunanya di ciptakan binatang untukmu?. Coba renungkan betapa besarnya fungsi binatang untukmu?. Coba pelajari tanda-tanda kekuasaan Allah dengan maha karya berupa binatang.
Adakah sesorang yang tidak ingin melihat binatang ataupun merasakan ingin menyantapnya. Apakah di ciptakannya binatang akan membuat hidupmu tidak bahagia. Engaku sudah memanfaatkanya, tapi apakah engkau sudah merasakan nikmat dan bersyukur atas karunia Allah kepadamu.
Di jadikan biantang ternak untuk engkau manfaatkan, bukanya untuk engkau rusak dan membunuhnya dengan sia-sia. Di halalkan untukmu binatang ternak, akan tetapi engkau merasa kurang hingga memakan biantang haram, apakah engkau kurang puas.
Maka makanlah binatang-binatang yang halal bagimu, namun kenapa engkau lumuri mulutmu dengan angur-angur yang dilarangnya. Sadarkan dirimu menuju ketahuidan yang semestinya dan ada tanda-tanda kemulyaan bagi mereka yang berfikir atas penciptaan binatang untukmu. Sesungguhnya Allah maha mengetahu semua kepentingan dan urusanmu di dunia, mengapa engkau mendustakan-Nya dengan mengingkari syukur nikamt yang ada pada dirimu.
Begitulah kiranya, sesungguhnya anda dalam kenikmatan tiada tara dan kebahagiaan yang berlimpah, namun engkau kurang menyadarinya. Di dalam diri anda masih ada sifat yang buruk suka mengeluh, serba kurang, sedih dan merasa gelisah, muskipun di dalam almari es terdapat berbagai jenis buah-buahan dan di ruang makan terdapat daging-daging yang begitu lezatnya.
Pikirkan dan renungkan apa yang telah di anugerahkan kepadamu dan lihatlah dirimu, keluarga dan lingkungan sekitarmu serta semua yang mengelilingimu. Janganlah menjadi orang yang ingkar atas nikmat Allah untukmu.

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”(Q.S. Adz Dzariat ayat 21)


“Mereka mengetahui nikmat Allah, Kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir”. (Q.S. An Nahl ayat 83)





Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: