Kamis, 14 Agustus 2008

MENANYAKAN NASIONALISME



MENANYAKAN NASIONALISME


Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan dan pada hari ini bangsa Indonesia genap berusia 63 tahun. Di jelaskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 45 bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Kekuatan ibadah kepada Allah inilah yang mendorong pendiri republik ini dan seluruh rakyat menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan. Segala karunia ini tidak terlepas dari perjuangan dan sikap nasionalisme yang rela mengorbankan nyawa, harta dan keluarga.
Kemerdekaan yaitu not subject to control by other (tidak bergantung kepada kontrol orang lain), dalam artian self governing (memerintah sendiri). Pengertian ini sesuai dengan teks proklamasi kemerdekaan yang berbunyi "bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan tempo sesingkatnya.
Proklamasi kemerdekaan merupakan sikap pernyataan untuk mewujudkan tujuan bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Akan tetapi di usia yang sudah lebih dari setengah abad rakyat Indonesia apakah sudah dapat menikmati kemakmuran dan keadilan.
Nasionalisme rakyat Indonesia
Di era reformasi ini ruang publik sangat begitu terbuka untuk rakyat. Era kebebasan sudah mulai masuk ke Indonesia. Tuntutan perbaikan sistem pemerintahan yang berlandaskan good governance dan clean governance sangat dinanti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun itu semua manjadi harapan yang cukup panjang jika atas nama kebebasan dan kemerdekaan berbicara serta berpendapat tidak lagi menghargai kemerdekaan orang lain. Perilaku memecah belah persatuan dan kesatuan masih saja terjadi di negeri yang ini. Begitu juga keadilan dan kemakmuran belum dapat di rasakan semenjak kenaikan harga BBM, kondisi ekonomi bangsa Indonesia masih dalam kesulitan.
Sungguh sangat ironis sekali bangsa Indonesia yang sudah terbebas dari belengu penjajahan, kini masih saja dijajah dengan gaya baru atas ketergantungannya terhadap lembaga-lembaga Bretton Wood seperti Bank Dunia (world bank), World Trade Organization (WTO) dan IMF. Dunia telah dikuasai struktur kapital yang mendorong secara radikal tatanan pemerintahan negara dari aspek budaya, ekonomi dan politik serta perilaku manusia yang semakin menjauh dari nilai-nilai budaya bangsa.
Nasionalisme merupakan faktor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebab secara teoritis merupakan unsur pertama dalam menyangga keberlangsungan kehidupan berbangsa. Akan tetapi nasionalisme yang bagaimana jika masih banyak permasalah belum juga terselesaikan semisal korupsi yang sudah membudaya, pendidikan semakin mahal dan perebutan kekuasaan.oleh para elit politik.
Nasionalisme menjadi sebuah akhir episode karena rakyat semakin tidak percaya pada pemerintahan yang hanya menawarkan janji-janji keadilan dan kemakmuran. Sikap nasionalisme akan luntur dan rakyat tidak akan lagi mempercayai sikap elit politik pemerintahan yang mengatasnamakan kemakmuran rakyat malahan menjajah rakyatnya sendiri.
Maka patutkah di hari kemerdekaan ini hanya mengibarkan bendera dan melakukan ritual tahunan upacara bendera. Tentu saja tidak, marilah bersama-sama seluruh rakyat Indonesia mengintropeksi diri atas semua permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia tercinta.
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: