Jumat, 16 Mei 2008

Si Semut PLENO HMI

SEDIKIT MENGENANG SISEMUT


Suatu kisah kerap kali mengajak kita untuk memanfaatkannya sebagai kisah untuk menghilangkan rasa kantuk, bosan atau hanya sekedar di baca lalu di buang ke tempat sampah. Namun jangan lupakan kisah-kisah berikut ini yang di rekam langsung di tempat perkara kejadian (TKP) tepatnya di Vila Sisemut Ungaran Semarang dan tidak di ada-ada maupun rekaan, kebohongan tetapi ini benar-benar terjadi di tempatnya, kalua tidak percaya hubungi RT dan RW setempat?
Maka seyogyanya bagi temen-temen yang membaca harap maklum dan jangan tersingung "don’t miss it". Hai guy’s ini hanya kisah yang mungkin kita tidak menyadarinya, namun bukan maksud untuk melukai hati kalian semua. Kisah yang terangkum dalam Rapat Pleno II PB HMI, baik dari diskusi, ngobrol, bercengkrama, di kamar tidur, saat-saat beraktifitas terpenting semua hal yang terekam dan dapat di amati. Tentu kisah ini merupakan sebuah sejarah dan sejarah itu mempunyai makna dan sarat nilai sesuai dengan realitasnya. Akan tetapi jika kisah tersebut hanya menimbulkan fitnah maka akan daya tariknya menghilang. Dan inilah fenomena tersebut:


Manusia Dua Wajah
Al kisah ada seseorang yang mempunyai nama Alvin dari cabang Purwakarta. Bukan Alvin yang ada di dunia perfilman yang memiliki kejiniusan akan tetapi dia lain memiliki bobot yang cukup berat bila di baningkan tiga pemuda HMI lainnya. Dia memiliki aktivitas sebagai aktifis kemahasiswaan baik dari HMI MPO sendiri juga BEM UNSOED. Berkat keaktifannya di dunia mahasiswa membuat semangat hidupnya berubah. Tentu saja semangat sebagai aktivis untuk mengangkat citra itu sangat di perlukan, baik memiliki nama, ketenaran, jabatan dan pada satu sisi ingin di sebut manusia supermen yang memakai CD ukuran XL.

Slidik punya slidik Alvin mempunyai kebiasaan makan yang cukup tinggi di banding teman-temannya yang lain. Wajar saja di lihat dari ukuran tubuhnya saja emang sudah bengkak. Untung punya untung, bertepatan dengan di adakanya acara bisa berbarengan baik dari BEM maupun acara Pleno II HMI, kok bisa sih panitia ada apa di konspirasi ini ya he he?. Maka dengan kebesaran tubuhnya Alvin dapat menginjak-nginjak forum baik dari forum BEM maupun dari Pleno II HMI.
Usut punya usut Alvin mengatakan "He aku di sini memiliki dua peran, di forum UNNES sebagai perwakilan dari UNSOED, sedangkan di HMI di mewakili bidang PTK Purwakarta". Jelas-jelas manusia super si Alvin itu bisa mengikuti dua forum sekaligus dalam satu waktu. Tapi super apa ya? Super gendut kali yeee..! up…..ssss. Jangan narsis gitu dong! Lha mau gimana lagi emang kejadianya seperti itu.
Tapi nggak mengapa mempunyai dua wajah, yang terpenting cakep, immut, keren dan dapat merasakan kedewasaan. Selamat untuk Alvin, emgkau memang hebat, tapi ingat dua wajahmu jangan untuk menakuti orang lain dan tidak menakuti wajah aslimu sendiri he he he!
Negeri Republik Kebodohan
Bukan maksud untuk menyindir bangsa Indonesia lho, ini hanya cerita sepengal kisah yang terjadi di Ungaran, eh soory termasuk bagian wilayah Indonesia ya! Ya maaf! dan memang sih bertepatan bagian Negara Indonesia. Biar tidak saling menyinggung maka saya ganti deh dengan republik binatang dengan kekuasaan wilayah kehutanan.
Jika pengurus besar HMI hidup di hutan tentu dia mendapatkan kursi yang berlapiskan emas dan mempunyai gelar sang raja hutan yang di sebut dengan Tarzan. Tarzan mempunyai bawahan atau menteri-menteri dari bangasa kera dan dari golongan burung, picess dan hewan-hewan yang berbadan besar. Jadi kepengurusan PB HMI sangatlah komplit dari yang kurus hingga hewan yang tidak mempunyai lemak alias kurus kering.
Jangan di anggap masyak bodoh lho! kekuasaan Tarzan itu dari ujung barat sampai ujung timur. Siapa mau melawan Tarzan siap-siap deh untuk mendapat cekal dan embargo padahal republik bintang adalah republik yang menjunjung demokrasi. Menghormati hak rakyatnya, tapi mengapa rakyatnya justru diam dan membisu dengan berbagai macam gaya bahasa. Waduh ada yang tidak beres ni, masak rakyat PB HMI tidak bisa berkutik di forum pleno II ini. Ada apa ya? Cabang-cabang sekarang mengapa daya kritis yang mereka junjung tinggi luntur. Luntur seiring aliran air yang deras dan menghanyutkan, sungguh terlalu!. Padahal mereka datang jauh-jauh mengapa itu bisa terjadi pada generasi pembebas, generasi yang menamainya generasi pemikir sebagai pewaris negeri yang menjunjung al Qur’an menyebut dirnya generasu ulul albab!.
Atau jangan-jangan PB HMI banyak mengintervensi cabang-cabang hingga mereka tidak berkuti. Atau PB HMI telah membius mereka dengan racun yang mematikan. Siapa yang salah ini Pb atau cabang seluruh penghuni hutan?, ya yang pasti penghuni republik binatang dari pihak komisriat yang tidak tahu menahu tentang acara tersebut..
Selamat deh untuk raja hutan, kalian memang atasan yang joosss banget gitu lho, selmat juga buat cabang-cabang seluruh republik binatang semoga engaku setelah kembali dari acara Pleno II di Vila Sisemut Ungaran ini dapat merenungkan kekeritisan yang kalian junjung itu?


Menunggu Kelahiran Pembebas
Dasar
Dasar sial
Mereka bermanja-manja di ruang sidang penuh camilan. Mereka lupa sebenarnya debatkan masalah umat semesta, namun mereka lupa menaruh pena dan kertas. Tidak ada hasil ide yang memuaskan yang di temukan hanya bungkusan makanan di atas meja dan tumpukan buku yang siap di pamerkan. Mereka sih! dasar tidak tahu waktu. Bangunkan mereka di malam-malam begini, saat enak tidur dan mimpi indah menyelimuti. Mereka tidak berhasrat berfikir dalam kondisi perut kosong. Baiklah, tolong sabar sedikit? Tunggu aku selesai buatkan makanan dan minuman, baru aku akan bangunkan mereka dan tentu mempedulikanya. Yakinlah! akan bermiliaran ide-ide baru lahir dan konsep gerakan yang meyakinkan. Aku tidak akan biarkan mereka menunggu waktu lebih lama. Mereka adalah generasi pemikir, selamatkan kaum dari ketertindasan kapitalisme. Aku dan mereka akan mencari solusinya bagaimana membangun kembali peradaban baru. Aku dan mereka mulai mencari di semak-semak pemikiran dan ide. Selamat datang kaum pemiikir.
Dasar
Dasar bajingan
Dasar bangsat
Lihatlah! pena dan kertas sudah ada di meja. Hai generasi pemikir. Generasi pembebas. Generasi ulul albab. Ayo lahirlah sekarang. Sungguh aneh dirimu, ada apa dengan akal pikirmu. Dimana kau letakan semua konsep dan idemu. Apa kau tidak ingin lahir kedunia dan berikan terangnya kejayaan semesta. Sudakah kau kalah sebelum bertanding
Dasar
Dasar generasi pembebas munafik
Dasar generasi pemikir sombong
Mana kelahiranmu yang akan memberikan pencerahan. Kau telah bangunkan mereka saat-saat bidadari dan para peri mulai menggaulinya. Hai kenapa engkau tidak muncul juga, apakah engkau mati sebelum kelahiran
Dasar kelahiran
Dasar ide
Dasar konsep
Mana prakteknya dan hanya teori semata
Ya! pandanglah, biarkan bola matamu melihatnya. Generasi pembebas telah tidur dengan kemunafikannya. Generasi ulul albab menguap saat ngantuk belum menghingapi matanya. Apakah anda semua menyaksikan mereka telah memperlambat kelahirannya. Apa ini dosa turunan, atau ini dosa pewaris negeri. Apa dengan adanya mereka semua ketertindasan akan lenyap. Mudah-mudahan mereka pergi ke lembah jahanam. Dan aku akan nikmati sedikit sisa hidupku untuk melegakan nafas yang mulai tersendat ini.
Sesungguhnya ini bukanlah pertama dalam hidup mereka memikirkan orang lain. Begitu pula aku bukan orang pertama yang mengalami nasib seperti mereka. Memang generasi pemikir, pembebas generasi yang menyebut dirinya ulul albab itu lahir namun sesaat kemudian mati. Semoga nilai-nilai tradisi tidak berubah dengan nilai-nilai materi
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: