Selasa, 15 April 2008

Menunggu Kelahiran Pembebas


MENUNGGU KELAHIRAN PEMBEBAS


Dasar
Dasar sial


Mereka bermanja-manja di ruang sidang penuh camilan. Mereka lupa sebenarnya debatkan masalah umat semesta, namun mereka lupa menaruh pena dan kertas. Tidak ada hasil ide yang memuaskan yang di temukan hanya bungkusan makanan di atas meja dan tumpukan buku yang siap di pamerkan. Mereka sih! dasar tidak tahu waktu. Bangunkan mereka di malam-malam begini, saat enak tidur dan mimpi indah menyelimuti. Mereka tidak berhasrat berfikir dalam kondisi perut kosong. Baiklah, tolong sabar sedikit? Tunggu aku selesai buatkan makanan dan minuman, baru aku akan bangunkan mereka dan tentu mempedulikanya. Yakinlah! akan bermiliaran ide-ide baru lahir dan konsep gerakan yang meyakinkan. Aku tidak akan biarkan mereka menunggu waktu lebih lama. Mereka adalah generasi pemikir, selamatkan kaum dari ketertindasan kapitalisme. Aku dan mereka akan mencari solusinya bagaimana membangun kembali peradaban baru. Aku dan mereka mulai mencari di semak-semak pemikiran dan ide. Selamat datang kaum pemiikir.


Dasar
Dasar bajingan
Dasar bangsat


Lihatlah! pena dan kertas sudah ada di meja. Hai generasi pemikir. Generasi pembebas. Generasi ulul albab. Ayo lahirlah sekarang. Sungguh aneh dirimu, ada apa dengan akal pikirmu. Dimana kau letakan semua konsep dan idemu. Apa kau tidak ingin lahir kedunia dan berikan terangnya kejayaan semesta. Sudakah kau kalah sebelum bertanding


Dasar
Dasar generasi pembebas munafik
Dasar generasi pemikir sombong


Mana kelahiranmu yang akan memberikan pencerahan. Kau telah bangunkan mereka saat-saat bidadari dan para peri mulai menggaulinya. Hai kenapa engkau tidak muncul juga, apakah engkau mati sebelum kelahiran


Dasar kelahiran
Dasar ide
Dasar konsep
Mana prakteknya dan hanya teori semata


Ya! pandanglah, biarkan bola matamu melihatnya. Generasi pembebas telah tidur dengan kemunafikannya. Generasi ulul albab menguap saat ngantuk belum menghingapi matanya. Apakah anda semua menyaksikan mereka telah memperlambat kelahirannya. Apa ini dosa turunan, atau ini dosa pewaris negeri. Apa dengan adanya mereka semua ketertindasan akan lenyap. Mudah-mudahan mereka pergi ke lembah jahanam. Dan aku akan nikmati sedikit sisa hidupku untuk melegakan nafas yang mulai tersendat ini.
Sesungguhnya ini bukanlah pertama dalam hidup mereka memikirkan orang lain. Begitu pula aku bukan orang pertama yang mengalami nasib seperti mereka. Memang generasi pemikir, pembebas generasi yang menyebut dirinya ulul albab itu lahir namun sesaat kemudian mati. Semoga nilai-nilai trasisi tidak berubah dengan nilai-nilai materi
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: