Senin, 07 April 2008

Kemiskinan dan Kelaparan




APA ADA YANG SALAH DENGAN BANGSA INI ?
ATAUKAH KITA HANYA DIAM
DAN TERSENYUM SENDIRI?


JANGAN SOK TAHU!
Dalam kemiskinan hanya ada satu pilihan:
Kematian!
Tapi bagi pewaris negeri yang baru bisa mengeja huruf
Dan menghirup udara pagi
Hanya ada satu keinginan:
Kehidupan!



Di bilang jangan sok tahu
Lihat apa yang sudah terjadi
Ayat-ayat kemiskinan berubah jadi ayat-ayat kematian


Di bilang jangan sok tahu
Apalagi kejadian yang sudah terjadi
Inilah Negara dengan sejuta pembangunan
Di bilang jangan sok tahu
Ibu membunuh anaknya
Bayi tidak nikmati susu ibunya
Anak-anak termakan busung lapar
Bapaknya hanya menjadi pecandu minuman keras


Jangan sok tahu kalau kamu juga kurang gizi
Jangan sok tahu tentang masalah negeri agraria
Apa ada yang salah dengan bangsa ini?



***



Episode baru tentang keluh kesah dan kegalauan di negeri penuh pesona dan keindahan. Kini kesengsaraan dan kemelaratan telah menimpa rakyatnya. Kemiskinan dan kelaparan yang dulunya melanda hanya terngiang pelan dan lirih, namun kini gaung resah jeritan rakyat miskin yang terhimpit beban hidup bergema kencang dibalik tabir kemajuan bangsa.
Kemiskinan menyeruak hebat melahirkan sederet produk keganjilan. Coba lihat dan rasakan betapa memilukan:
1. Perempuan asli Taksimalaya Jawa Barat menjalani perawatan medis karena empat hari tidak makan, anak bungsunya juga sempat di rawat di puskesmas akibat tidak mendapat asupan air susu ibu sebagai ganti hanya di beri air gula.
2. Keluarga Daeng Base dari Sulawesi Selatan anaknya meningal dunia akibat kelaparan. Namun orang yang menjadi tumpuan hidup hanya menjadi seseorang pecandu minuman keras.
3. Yuli dari Pekalongan membunuh kedua anak kandungnya. Kedua balita kakak beradik itu di bunuh. Pembunuhan ini akibat masalah rumah tangga, ekonomi dan kemiskinan.
4. Di Bekasi Jawa Barat seorang ibu juga tega membunuh anak kandungnya yang masih balita. Pembunuhan ini di lakukan akibat desakkan kebutuhan ekonomi, depresi dan ganguan kejiwaan.
5. Sementara di Malang Jawa Timur seorang ibu bunuh diri setelah membunuh empat orang anaknya dengan mencampur susu dengan potassium.
6. Seorang ibu rumah tangga di Tangerang Banten membunuh tiga orang anaknya, sebagai akibat mengalami tekanan kondisi ekonomi.
7. Di Brebes Jawa Tengah banyak keluarga miskin yang makan hanya nasi aking.
Kemiskinan dan tekanan batin, depresi dan tekanan sosial serta ekonomi tidak datang sendiri dan tiba-tiba.
Lantunan ayat-ayat kemiskinan kini berganti senandung menjadi ayat-ayat kematian. Dan siap membumi hanguskan berjuta rakyar yang hidup di bawah garis kemiskinan.



***



Korupsi merajalaela, kriminalitas, kekerasan perlahan menimbulkan optimisme untuk bertahan hidup. Dalam sekala kemiskinan bunuh diri menjadi alternative, membunuh bayi atau anaknya sendiri. Kemiskinan semakin merajalela, busung lapar dan gizi buruk pada giliranya mengantar kepada kematian.
Kemajuan pembangunan terbukti menyimpan sederat soal, kelompok miskin dan lapar tersingkir diantara gengap gempita kehidupan orang beruntung yang dapat mengakses pembangunan. Aura pembangunan yang sedemikian kapitalis menjauhi sisi-sisi kemanusiaan dan mendidik masyarakat bersikap individu, ikatan sosial tercerai berai, ketika solidaritas terbangun atas dasar materi.
Kemiskinan dan kelaparan bukti kegagalan pegelolaan negeri. Penyediaan bahan pokok dan distribusi bahan-bahan kebutuhan dasar untuk ekonomi rendah kurang waspada dalam pengoperasiannya. Pemabangauna tidak sebanding lurus dengan kebutuhan rakyatnya.
Faktor ekonomi makro mendominasi peta kebijakan pembangunan, menyisihkan ekonomi mikro yang berbasis kerakyatan. Kegagalan Negara juga bukan semata kegagalan pemerintah melainkan semua aktor yang berakibat pada distorsi kebijakan publik.
Ekonomi berbasis kerakyatan kembali harus di beri porsi besar sebagai pondasi pembangunan berbasis kerakyatan dan kemanusiaan.



***



Krisis pangan di negeri subur dan kaya
Krisis pangan di nergeri agraria, seyogyanya tidak terjadi apalagi negeri yang bergelimpanga kekayaan alamnya dari daratan, lautan, pertanian dan kehutanan. Namun apa mau di kata inilah yang sekarang terjadi di negeri yang mengalami krisis pangan.
Penyebab krisis pangan di antaranya:
1. Penyebab sampingan akaibat bencana alam maupun ganguan produksi.
2. Sedangkan kecenderungan global di pengarui cadangan pangan menipis.
3. Instabilitas geo politik dan gaya hidup penguna energi melambungkan harga energi fosil. Akibatnya banyak negara berlomba menciptakan energi alternatif atau bioviour. Produk pertanian yang sebelumnya untuk pangan seperti jagung, kedelai gandum dan tebu kini di olah menjadi bahan bakar. Pengalihan bahan pangan untuk energi memeicu lonjakan harga pasar dunia. Organisasi pertanuian dan pangan dunia FAO memperkirakan kecenderunga ini bukan lagi temporer tetapi permanen.
4. Pemicu lain yang di tuduh dari biang lonjakan harga pangan adalah produk sistem ekonomi global yakni pasar yang mengambil keuntungan kapital dari pelaku pasar komoditas dunia. Ini sebabnya negara-negara produsen beras mengurangi dan bahkan menghentikan ekspor beras. Sementara negara-negara konsumen menjadi pihak yang sangat terpukul untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Maka hendaknya kebijakan pangan harus di perbaruhi dengan ketahana pangan!


INILAH PENYAKIT PERADABAN!
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: