Senin, 24 Maret 2008

Negeri Puting Susu

Negeri Puting Susu

Saat aku remas puting susunya
Seperti telur ceplok yang kelihatan putih proteinnya
Dan kekuninggan yang penuh gizi
Setiap kelembutan tangan yang mengengam kencang tak ingin lepas
Berarti kasih sayang yang begitu dalam
Terulur-ulur memanjang ah…terasa…ah…
Begitu memikat untuk menikmati asyik rasanya
Teriakannya tidak terdengar, dia betina yang begitu enjoy
Sedangkan aku keluarkan desah yang begitu mengelora

Ayo keluar kamu adalah sumber penghasilan
Kamu adalah tumpuan hidupku
Engkaulah yang memberikan sandang sarjana pada anakku

Setelah menikmati setiap sentuhan kenikmatan
Akhirnya yang di tunggu-tunggu keluar
Crrrroooooooooot!
Cairan putih kental keluar dari ujung puting hitamnya
Terasa lega, betinaku memang jago
Sebab aku merawat dengan cinta
Akupun begitu…
Apa yang aku harapkan ternyata kesampaian
Karena cairan itu akan berubah jadi uang
Dan aku belikan berbagai macam kebutuhan

Tapi kenapa…
Cairan berubah warnanya yang aku kelola
Cairan itu terproduksi oleh bakteri
Penyakit yang begitu mematikan
Padahal aku benar-benar tidak mengira bisa begini
Ini adalah murni cairan dari puting susunya
Bukan puting-puting yang di legalkan
Bukan pula puting susu yang di lokalisasikan

Tapi ini benar…
Bukan tipu muslihat anak-anak butuh susu!
Untuk pertumbuhan generasi yang mewarisi puting
Pandanganku kacau kaena susu menjadi mahal
Mengemis puting susu ke Negara seberang
Begitu naïf padahal negeri ini penuh dengan puting susu
Puting-puting yang produktif untuk mencukupi
Semua kebutuhan negeri…

Tapi mengapa…
Susu tidak tercukupi
Mau jadi apa anak-anak negeri!
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: